Warga Terdampak Tanah Longsor Terima Bansos dari Pemkab Mojokerto
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyerahkan bantuan kepada korban tanah longsor di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Minggu (19/4/2026) (FOTO: istimewa)�

Warga Terdampak Tanah Longsor Terima Bansos dari Pemkab Mojokerto

Penyaluran bantuan secara simbolis dilaksanakan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, di Balai Desa Kalikatir.

TIMES Mojokerto,Minggu 19 April 2026, 18:24 WIB
802
T
Thaoqid Nur Hidayat

MOJOKERTOPemerintah Kabupaten Mojokerto (Pemkab Mojokerto) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, menyalurkan bantuan sosial kepada 146 warga terdampak tanah longsor di Kecamatan Gondang.

Penyaluran bantuan secara simbolis dilaksanakan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, di Balai Desa Kalikatir.

Gus Barra, sapaannya menjelaskan bahwa bantuan yang diterima warga terdampak di Desa Dilem dan Desa Kalikatir Kecamatan Gondang ialah berupa beras, perlengkapan sanitasi (hygiene kit), dan kebutuhan anak-anak dan balita.

"Totalnya yang (desa) Dilem ada 103 KK (kartu keluarga), Kalikatir ada 43, semoga bantuan ini dapat membantu untuk meringankan beban panjenengan yang terdampak," jelasnya, Minggu (19/4/2026).

Gus Barra juga mengimbau kepada masyarakat Bumi Majapahit agar selalu siaga dan waspada akan bahaya yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

Ia juga menyatakan bahwa jajaran kepemerintahan Kabupaten Mojokerto akan senantiasa untuk memberi pelayanan optimal bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.

"Kami imbau pada semua untuk tetap berhati-hati, kondisi cuaca yang saat ini tidak bisa diprediksi, tetap waspada, berhati-hati, tidak usah panik, InsyaAllah Pemkab akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto," ujarnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin menjelaskan tentang kronologi bencana longsor yang menimpa daerah di sekitar Desa Dilem dan Desa Kalikatir.

Berdasarkan laporannya juga dapat diketahui bahwa longsor yang terjadi telah menimbun tandon dan pipa-pipa air yang tersambung di rumah warga.

"Pada 21 Maret 2026 malam, di wilayah Tahura Raden Soerjo dan sekitarnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama, sehingga menyebabkan banjir bandang yang merusak tandon air dan pipa yang menjadi sumber air bersih dari Desa Dilem dan Desa Kalikatir," ujar Rinaldi.

Rinaldi menambahkan sejak pasca tragedi bencana longsor tersebut, jajaran OPD Kabupaten Mojokerto terkait seperti DPRKPP, DPUPR, serta PMI, turut melaksanakan kegiatan pasca bencana.

Ada tiga langkah kegiatan yaitu, asesmen atau pengamatan secara mendalam untuk menentukan langkah efektif dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, penyediaan dan distribusi air bersih, hingga rencana kolaborasi bersama Pemprov Jawa Timur untuk perbaikan tandon air.

"Pemkab Mojokerto melakukan kolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur dalam penanganan perbaikan tandon secara darurat dan pipanisasi yang InsyaAllah nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR melalui anggaran BTT (belanja tidak terduga)," pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Thaoqid Nur Hidayat
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Mojokerto, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.