Tekan Angka Kematian Perempuan, Pemkot Mojokerto Berikan Layanan Skrining IVA Gratis
Pemkot Mojokerto menggandeng organisasi perempuan untuk memperkuat deteksi dini kanker leher rahim melalui skrining IVA gratis di seluruh puskesmas.
Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggandeng berbagai organisasi perempuan di Kota Mojokerto untuk memperkuat upaya deteksi dini kanker leher rahim. Langkah kolaboratif ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penyelamatan nyawa kaum perempuan dari ancaman kanker.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka Rapat Koordinasi dalam Rangka Deteksi Dini Kanker Leher Rahim di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto yang berlangsung di Pendopo Sabha Mandala Tama, Balai Kota Mojokerto, Rabu (3/6/2026).
"Kami membutuhkan bantuan panjenengan (Anda) semua untuk menyampaikan kepada seluruh anggota organisasi perempuan agar mau melakukan pemeriksaan IVA. Semua layanan ini gratis, tinggal datang ke puskesmas terdekat," kata Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut.
Ning Ita menyampaikan bahwa deteksi dini menjadi langkah krusial untuk menekan angka kematian akibat kanker leher rahim, yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), potensi kanker dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan.
"Kita diberi tugas untuk mendeteksi sedini mungkin agar tidak banyak perempuan yang meninggal karena kanker leher rahim. Kalau dari pemeriksaan IVA diketahui ada indikasi positif, maka bisa segera dilakukan upaya pengobatan," jelasnya.
Lebih jauh, Ning Ita menyoroti fenomena masih banyaknya perempuan yang enggan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Akibatnya, sebagian besar pasien baru mengetahui penyakitnya setelah memasuki stadium lanjut.
"Rata-rata yang tidak mau melakukan pemeriksaan sejak dini, tahu-tahu datang ke dokter sudah stadium empat. Kalau sudah stadium empat sangat sulit diobati. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk menyelamatkan nyawa," urainya.
Pemkot Mojokerto sendiri terus berupaya meningkatkan cakupan skrining IVA setiap tahunnya. Berdasarkan data teknis, pada tahun 2024 skrining IVA telah menjangkau 6.298 perempuan di Kota Mojokerto. Jumlah tersebut meningkat menjadi 8.718 perempuan pada tahun 2025. Sementara hingga akhir Mei 2026, tercatat sebanyak 4.228 perempuan telah menjalani pemeriksaan serupa.
"Melihat capaian tersebut, saya berharap dengan bantuan para pimpinan dan pengurus organisasi wanita yang hadir hari ini, jumlah perempuan yang melakukan skrining IVA pada tahun 2026 bisa melampaui capaian tahun 2025," harapnya.
Ning Ita juga secara khusus meminta dukungan seluruh organisasi perempuan untuk terus menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan reproduksi ini.
"Mari kita jaga bersama sesama perempuan. Kita ikhtiarkan bersama-sama agar semakin banyak perempuan yang terselamatkan dari bahaya kanker leher rahim. Terima kasih atas kerja sama dan komitmen Ibu-ibu semuanya," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

