Gledekan Celaket Mojokerto Digelar Dua Pekan Sekali, Komedian: Tradisi Modern yang Kreatif
Desa Celaket, Mojokerto, rutin menggelar Gledekan setiap dua pekan. Peserta mencapai 300 orang dari berbagai daerah. Komedian Dodit Mulyanto mengapresiasi inovasi permainan tradisional ini. Kegiatan diharapkan mendorong UMKM dan kreativitas pemuda.
MOJOKERTO – Kegiatan Gledekan di Desa Celaket, Kabupaten Mojokerto, semakin menarik perhatian masyarakat dan peserta dari berbagai daerah. Selain menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya lokal, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong kreativitas pemuda serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Celaket Geng Gledekan, Faisal Ali Makfur, mengatakan jumlah peserta dalam setiap penyelenggaraan kegiatan mencapai rata-rata 300 orang. Peserta tidak hanya berasal dari Desa Celaket, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain seperti Prigen, Palembon, Ledug, Trawas, Pacet, Pasuruan, dan Mojokerto.
“Pesertanya itu rata-rata dari Prigen, daerah Palembon, daerah Ledug. Sama dari Trawas, Mojokerto, dan Pacet,” ujar Faisal.
Menurut Faisal, kegiatan Gledekan di Celaket berawal dari tradisi serupa yang telah lebih dahulu berkembang di Palembon, Prigen. Sejumlah pemuda asal Celaket yang pernah mengikuti kegiatan tersebut kemudian terinspirasi untuk menghadirkannya di desa mereka pada awal Mei 2026.
“Dari Celaket sendiri asalnya itu dari Palembon, Prigen. Pas puasa kegiatan di sana berlangsung dari jam 4 sampai jam 6 pagi. Kemudian beberapa teman dari Celaket mengajak membuat event ini di Celaket,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini komunikasi antara komunitas Gledekan Celaket dan Prigen tetap terjalin baik. Hubungan tersebut membantu pengembangan kegiatan melalui pertukaran pengalaman dan koordinasi antarkomunitas.
Untuk menjaga minat masyarakat, panitia memutuskan menggelar kegiatan setiap dua minggu sekali. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil musyawarah setelah mempertimbangkan usulan warga agar kegiatan tidak terlalu sering dilaksanakan.
“Sebenarnya panitia menginginkan satu minggu sekali, tetapi ada juga yang mengusulkan dua minggu sekali. Akhirnya kami mengambil suara terbanyak supaya masyarakat tidak bosan,” ungkap Faisal.
Panitia juga memilih waktu pelaksanaan pada sore hari dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Menurut Faisal, kondisi jalan di sekitar lokasi relatif lebih sepi pada sore hari sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Alhamdulillah untuk akses jalan, kami memilih sore hari karena saat itu jarang ada kendaraan yang melintas di sini,” ujarnya.
Selain menjadi sarana hiburan, Gledekan juga memiliki tujuan sosial dan ekonomi. Faisal berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan penjualan produk UMKM serta memperkenalkan berbagai makanan khas Desa Celaket kepada pengunjung.
“Harapan saya UMKM di Desa Celaket semakin meningkat penjualannya. Makanan khas seperti keripik dan berbagai jajanan lokal juga bisa lebih dikenal dan terjual,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk berorganisasi, berkreasi, dan memperkuat peran Karang Taruna dalam pembangunan desa.
Keberhasilan penyelenggaraan Gledekan, lanjut Faisal, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Celaket, Karang Taruna, hingga aparat kepolisian yang turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah kami didukung pemerintah desa, Karang Taruna, dan pihak kepolisian sehingga kegiatan bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Kegiatan Gledekan Celaket juga mendapat apresiasi dari komedian nasional, Dodit Mulyanto. Menurutnya, inovasi yang dilakukan para pemuda Celaket menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan permainan tradisional agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Saya mendukung pemuda Celaket yang mengadakan acara Gledekan. Ini kegiatan yang sangat positif karena permainan tradisional dimodifikasi dengan peralatan dan cara yang lebih modern,” kata Dodit.
Ia menilai kegiatan tersebut berpotensi menarik perhatian masyarakat secara lebih luas melalui media sosial dan konten digital. Bahkan, Gledekan Celaket dinilai memiliki peluang berkembang menjadi aktivitas budaya dan olahraga rekreasi yang bernilai ekonomi, sosial, dan wisata.
Dodit berharap kegiatan tersebut terus dilestarikan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan. Ia juga berharap Gledekan dapat berkembang menjadi ikon budaya daerah yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah desa, komunitas pemuda, serta berbagai pihak terkait, Gledekan Celaket dinilai memiliki potensi besar menjadi budaya lokal yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan memperkuat identitas daerah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

