Hari Kartini 2026, Kader Motivator Mojokerto Dikuatkan dalam Garda Terdepan Masyarakat
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pada saat menguatkan para Kader Motivator sebagai Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat, Selasa (21/4/2026). (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Hari Kartini 2026, Kader Motivator Mojokerto Dikuatkan dalam Garda Terdepan Masyarakat

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memperkuat peran kader motivator di Kelurahan Kauman sebagai garda kesehatan dan mediator program pembangunan kota.

TIMES Mojokerto,Selasa 21 April 2026, 20:28 WIB
880
T
Thaoqid Nur Hidayat

MojokertoMemanfaatkan momentum peringatan Hari Kartini 2026, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan pentingnya penguatan peran kader motivator sebagai garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ning Ita saat memberikan pengarahan kepada kader motivator di Kelurahan Kauman, Selasa (21/4/2026).

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, menyebutkan bahwa kader motivator bukan sekadar relawan. Mereka adalah sosok penggerak yang memiliki kemampuan membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Motivator itu artinya penyemangat sekaligus penggerak. Panjenengan semua memiliki kemampuan untuk menggerakkan warga di lingkungan masing-masing agar mau melaksanakan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Ning Ita.

Ia menjelaskan bahwa kader motivator merupakan elemen vital di tingkat akar rumput guna mendukung visi pembangunan Kota Mojokerto, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Salah satu kunci keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan adalah peran aktif kader motivator. Mereka menjadi supporting system paling penting di level bawah,” jelasnya.

Selain sebagai penggerak, kader motivator juga berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan keterbatasan jangkauan birokrasi, keberadaan kader menjadi representasi pemerintah yang mampu menyampaikan informasi program secara lebih efektif dan personal.

Panjenengan ini mewakili rata-rata 30 rumah. Maka, kader diharapkan bisa menjadi mediator yang menyambungkan program pemerintah agar dipahami dengan baik oleh masyarakat sebagai sasaran pembangunan,” tegas Ning Ita.

Ia mencontohkan, masih ada warga yang belum mengetahui fasilitas cek kesehatan gratis dari pemerintah. Di sinilah peran kader menjadi krusial untuk melakukan sosialisasi langsung. Selain itu, kader juga mengawal program strategis lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), serta gerakan Budaya RT Berseri.

Melalui penguatan peran kader ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap tercipta masyarakat yang lebih mandiri dan sadar kesehatan, sekaligus mendukung tercapainya visi pembangunan kota yang berkelanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Thaoqid Nur Hidayat
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Mojokerto, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.