Pemkot Mojokerto Tuntaskan Penyaluran Bansos
Proses penyaluran Bantuan Sosial bagi warga kurang mampu Kota Mojokerto dan juga para lansia, Minggu, (3/5/2026) (Dok. TIMES Indonesia)

Pemkot Mojokerto Tuntaskan Penyaluran Bansos

Pemkot Mojokerto memastikan penyaluran bansos dilakukan secara tepat sasaran melalui proses verifikasi dan validasi data yang berkelanjutan, guna menjamin bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

TIMES Mojokerto,Minggu 3 Mei 2026, 14:36 WIB
357
T
Thaoqid Nur Hidayat

mojokertoPemkot Mojokerto menuntaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi kelompok rentan pada tahun ini. Dalam proses realisasinya, terdapat sejumlah perubahan data penerima manfaat. Diantaranya karena penerima meninggal dunia maupun berpindah domisili.

Hal tersebut dijelaskan oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto, Farida Mariana. Farida menjelaskan bahwa dinamika data menjadi hal yang wajar dalam penyaluran bansos. Perubahan terjadi mulai dari jumlah sasaran dalam pagu anggaran, hasil verifikasi lapangan, hingga jumlah penerima yang benar-benar terealisasi.

“Salah satu kelompok rentan penerima bantuan sosial adalah lansia kurang mampu. Pada awalnya kami menganggarkan sebanyak 1.342 sasaran, namun setelah dilakukan verifikasi dan saat penyaluran terdapat penerima yang meninggal dunia atau telah berpindah domisili. Sehingga bantuan hanya disalurkan kepada 1.038 penerima, masing-masing menerima Rp 500 ribu,” terangnya, dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Farida juga menyatakan bahwa perpindahan domisili juga mempengaruhi jumlah penerima pada kelompok anak yatim non panti. Setiap penerima dalam kategori ini mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta.

“Untuk anak yatim non panti, saat penyaluran, tiga orang telah berpindah domisili, sehingga bantuan yang tersalurkan hanya kepada 190 anak,” jelasnya.

Pada tahun ini, Pemkot Mojokerto juga mengalokasikan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas. Berdasarkan pagu anggaran, bantuan sebesar Rp 350 ribu direncanakan untuk 263 penerima. Namun dalam realisasinya, bantuan tersalurkan kepada 236 orang.

“Perbedaan jumlah ini juga disebabkan adanya penerima yang meninggal dunia dan berpindah domisili. Sementara untuk bantuan bagi penyandang disabilitas berat, saat ini masih dalam proses sehingga belum terealisasi,” tegas Farida.

Selain itu, kelompok rentan lain yang turut menerima bantuan adalah para tukang becak. Dari 313 orang yang dianggarkan, pada tahap penyaluran bantuan terealisasi kepada 292 orang.

“Hal ini karena satu orang diketahui telah berpindah domisili dan satu lainnya merupakan data ganda,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Thaoqid Nur Hidayat
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Mojokerto, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.