Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Pulorejo Jaga Kebersihan Sungai
Wali Kota Mojokerto Ning Ita ingatkan status Siaga 1 bencana dari BMKG saat Safari Tarawih. Warga diajak antisipasi banjir dan ikuti lomba RT berhadiah Rp20 juta.
Mojokerto – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Pesan tersebut disampaikan di sela kegiatan Safari Tarawih di Masjid Baiturohim, Jalan Raya Pulorejo, Kamis (12/3/2026).
Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Mojokerto, berada pada status Siaga 1 berdasarkan data dari BMKG. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
“Jawa Timur saat ini dalam kondisi siaga, artinya potensi bencana bisa terjadi kapan saja. Kota Mojokerto yang dikelilingi sungai memiliki salah satu ancaman utama berupa banjir,” terang Ning Ita.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan saluran air sebagai langkah preventif. Masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun selokan yang dapat menghambat aliran air dan memicu luapan.
“Jangan sampai sampah dibuang ke sungai atau selokan. Sampah rumah tangga harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah dan memperparah potensi banjir,” tegasnya.
Stimulan Program Lingkungan dan Gotong Royong
Selain aspek kewaspadaan bencana, Wali Kota perempuan pertama di Mojokerto ini juga mengajak warga menghidupkan kembali budaya gotong royong. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Mojokerto akan kembali menggelar penilaian program lingkungan di tingkat Rukun Tetangga (RT).
RT yang dinilai berhasil menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sanitasi, serta manajemen sampah secara mandiri berkesempatan meraih penghargaan dengan total hadiah sebesar Rp20 juta.
“Silakan rutin melakukan kerja bakti dan memastikan pengelolaan sampah rumah tangga serta sanitasi air tetap terjaga. RT terbaik nantinya akan mendapatkan hadiah sebesar 20 juta rupiah,” jelasnya sebagai pemantik semangat warga.
Silaturahmi dan Penyaluran Bantuan
Menutup rangkaian kegiatan Safari Tarawih, Ning Ita menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat terkait pelayanan publik selama masa kepemimpinannya. Ia juga mengundang warga untuk hadir dalam acara Open House pada momen Idul Fitri mendatang di Rumah Dinas Wali Kota.
“Jika selama kami memberikan pelayanan ada kekurangan, saya mohon maaf lahir dan batin. Pada 1 Syawal nanti kami menggelar open house dari pagi hingga malam, masyarakat dipersilakan untuk datang,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp35 juta untuk Masjid Baiturohim. Selain bantuan pemerintah, ia secara pribadi turut mentasarufkan zakat mal serta membagikan bingkisan kepada jamaah dan warga sekitar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

