Ini Juru Kunci Lima Besar Pasar Smartphone Indonesia 2025, Pangsa Pasar Hanya 15 Persen
TIMES Mojokerto/Smartphone (Foto: Freepik)

Ini Juru Kunci Lima Besar Pasar Smartphone Indonesia 2025, Pangsa Pasar Hanya 15 Persen

vivo menempati posisi terakhir dalam lima besar pasar smartphone Indonesia 2025 dengan pangsa pasar 15 persen.

TIMES Mojokerto,Minggu 29 Maret 2026, 23:26 WIB
1.8K
I
Imadudin Muhammad

JAKARTAPersaingan pasar smartphone di Indonesia pada 2025 semakin ketat. Di tengah kompetisi yang makin sengit, vivo tercatat berada di posisi paling belakang di antara lima besar merek smartphone dengan pangsa pasar sebesar 15 persen.

Berdasarkan laporan Omdia yang dikutip TelecomLead, posisi teratas pasar smartphone Indonesia ditempati Xiaomi dengan pangsa pasar 19 persen. Di bawahnya menyusul Transsion dengan 18 persen, Samsung 17 persen, OPPO 16 persen, dan vivo di posisi kelima dengan 15 persen.

Meski berada di urutan terakhir dalam kelompok lima besar, selisih pangsa pasar antarvendor sebenarnya cukup tipis. Jarak antara posisi pertama hingga kelima hanya terpaut sekitar empat poin persentase, yang menunjukkan kompetisi masih sangat terbuka.

Di tengah tekanan tersebut, vivo masih agresif bermain di segmen ponsel 5G kelas menengah dan entry-level. Strategi ini menyasar konsumen yang baru pertama kali beralih ke perangkat 5G serta kelompok pengguna muda yang menjadi pasar potensial smartphone di Indonesia.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara vivo mempertahankan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Terutama karena perangkat 5G dengan harga terjangkau dinilai memiliki peluang besar di tengah perubahan perilaku konsumen.

Pasar smartphone Indonesia sendiri disebut mulai memasuki era value-first. Dalam kondisi ini, konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan spesifikasi perangkat, tetapi juga nilai keseluruhan yang ditawarkan, seperti harga, bundling data, pengalaman software, hingga integrasi ekosistem.

Perubahan tersebut membuat persaingan semakin ketat, terutama di segmen entry-level dan menengah yang menjadi pasar terbesar di Indonesia.

Tekanan terhadap vivo juga terlihat di tingkat regional. Omdia mencatat pengiriman smartphone di Asia Tenggara pada kuartal III 2025 turun satu persen secara tahunan menjadi 25,6 juta unit. Penurunan ini menandai kontraksi tahunan selama tiga kuartal berturut-turut.

Di kawasan tersebut, vivo berada di posisi kelima dengan pengiriman sekitar 2,9 juta unit dan pangsa pasar 11 persen. Kinerja ini sebagian ditopang oleh peluncuran SKU baru dari seri Y yang memperkuat lini menengah perusahaan.

Namun analis Omdia menilai vivo dan OPPO kini lebih fokus pada strategi value dibandingkan mengejar volume penjualan semata. Artinya, kedua vendor cenderung menjaga nilai produk dan profitabilitas di tengah tekanan biaya komponen yang meningkat.

Kenaikan harga memori dan storage disebut turut meningkatkan biaya produksi perangkat, khususnya pada smartphone berharga murah. Hal ini menjadi tantangan besar di Asia Tenggara, di mana lebih dari 60 persen smartphone dijual dengan harga di bawah 200 dolar AS.

Dalam situasi tersebut, segmen 5G entry-level menjadi salah satu tumpuan penting bagi vivo untuk menjaga daya saing di pasar.

Dari sisi konsumen, pasar Indonesia dikenal sangat sensitif terhadap harga. Banyak pembeli lebih memilih smartphone 5G kelas menengah dengan harga di bawah Rp5 juta, serta mempertimbangkan faktor seperti bundling data, cicilan pembelian, dan kemampuan perangkat untuk kebutuhan media sosial serta gaming.

Selain itu, ekspansi jaringan 5G oleh operator juga ikut memengaruhi dinamika pasar. Konsolidasi XL Axiata dan Smartfren menjadi XLSMART serta pengembangan jaringan 5G oleh Telkomsel disebut mendorong adopsi perangkat 5G di Indonesia.

Perkembangan tersebut membuka peluang baru bagi vendor yang memiliki lini perangkat 5G terjangkau. Namun di sisi lain, kondisi ini juga membuat persaingan di segmen 5G entry-level semakin padat karena berbagai merek berlomba merebut pengguna baru.

Dengan situasi tersebut, posisi vivo di pasar smartphone Indonesia 2025 berada di bawah tekanan kuat. Pangsa pasar 15 persen menempatkannya di posisi terakhir di antara lima besar, sementara segmen 5G entry-level dan menengah menjadi salah satu andalan utama untuk menjaga daya saing di tengah dominasi Xiaomi, Transsion, Samsung, dan OPPO.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Imadudin Muhammad
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Mojokerto, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.