Satu Tahun Kepemimpinan Ika-Rachman: Angka Kemiskinan Turun dan IPM Masuk Kategori Tinggi
Satu tahun kepemimpinan Ika-Rachman di Kota Mojokerto tunjukkan hasil positif. IPM naik ke angka 82,35 dan stunting turun drastis ke 1,07 persen.
MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi. Berpedoman pada "Panca Cita", berbagai program prioritas berhasil mendongkrak kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.
Di bidang pendidikan, Pemkot Mojokerto konsisten menjalankan program sekolah gratis, beasiswa prestasi, serta penguatan karakter melalui sekolah Adiwiyata. Hasilnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto meningkat signifikan menjadi 82,35 dari sebelumnya 81,76, yang menempatkan kota ini dalam kategori tinggi.
Sektor kesehatan juga menorehkan prestasi gemilang dengan raihan CKG Award dan kenaikan status Universal Health Coverage (UHC) dari Madya menjadi Utama. Melalui operasional Puskesmas Kedundung 24 jam dan intervensi intensif, prevalensi stunting berhasil ditekan hingga angka 1,07 persen. Hal ini berdampak pada meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH) menjadi 76,31 tahun.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan di Kota Mojokerto tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Ini adalah kerja kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut, Senin (23/2/2026).
Di sektor ekonomi, kebijakan inklusif melalui pendampingan UMKM, fasilitasi sertifikasi halal, hingga Mojo Entrepreneurship Camp 2025 terbukti efektif. Tingkat kemiskinan berhasil diturunkan menjadi 5,05 persen. Selain itu, Indeks Gini yang menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk, menyempit dari 0,355 menjadi 0,298.
“Penurunan Indeks Gini menjadi sinyal positif bahwa kesenjangan semakin menyempit. Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelas Ning Ita.
Peningkatan juga terjadi pada tata kelola pemerintahan dengan raihan Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,67. Ning Ita menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang adaptif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Guna menjaga stabilitas sosial, Pemkot Mojokerto menghidupkan kembali tradisi Siskamling dan menggulirkan program RT Berseri untuk memperkuat semangat gotong royong.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Panca Cita bukan sekadar visi, tetapi komitmen yang kami jalankan secara konsisten demi kesejahteraan warga Kota Mojokerto,” pungkas wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


