Wali Kota Mojokerto Serukan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah saat Safari Ramadan
TIMES Mojokerto/Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pada saat menyampaikan pentingnya pemilihan sampah sejak lingkungan rumah tangga, Rabu (11/3/2026). (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Wali Kota Mojokerto Serukan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah saat Safari Ramadan

Safari Ramadan juga dimanfaatkan Pemkot Mojokerto untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat dan juga sosialisasi pemilahan sampah mulai dari rumah.

TIMES Mojokerto,Rabu 11 Maret 2026, 17:48 WIB
274
T
Thaoqid Nur Hidayat

MojokertoWali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari masif mengajak masyarakat mulai mengelola dan memilah sampah sejak dari rumah tangga sebagai langkah awal mencegah persoalan lingkungan, salah satunya potensi banjir di wilayah permukiman. Ajakan tersebut disampaikan Ning Ita, sapaannya dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al Mubarok, Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto.

Ning Ita menegaskan bahwa persoalan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat memperparah risiko banjir, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi di Jawa Timur.

“Kondisi Jawa Timur saat ini masih dalam status siaga satu potensi bencana. Karena itu saya titip kepada masyarakat, jangan membuang sampah sembarangan. Kelola sampah dengan baik sejak dari rumah tangga dan jangan membuangnya ke sungai atau selokan,” kata Ning Ita, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki kerentanan terhadap banjir karena terdapat sejumlah aliran sungai yang melintasi wilayah ini. Jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi di daerah hulu dalam waktu lama, air yang mengalir ke wilayah kota berpotensi meluap.

“Kalau di wilayah hulu hujannya tinggi dalam waktu lama, maka aliran air ke Kota Mojokerto bisa meningkat dan berpotensi meluap. Karena itu, menjaga kebersihan saluran air dari sampah menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Selain menyampaikan pesan terkait pengelolaan sampah, Safari Ramadan juga dimanfaatkan Pemkot Mojokerto untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat.

Ning Ita mengatakan pembangunan kota tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga unsur TNI, Polri, dan instansi vertikal lainnya.

“Proses pembangunan Kota Mojokerto tidak bisa dilakukan Pemkot sendirian. Kami membutuhkan sinergi dengan TNI, Polri, instansi vertikal, dan yang paling penting masyarakat sebagai bagian dari pembangunan kota,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyerahkan bantuan hibah untuk Masjid Al Mubarok sebesar Rp35 juta. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ning Ita kepada pengurus masjid untuk mendukung kegiatan keagamaan dan perawatan tempat ibadah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Thaoqid Nur Hidayat
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Mojokerto, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.