Atasi Darurat Sampah, Pemkot Mojokerto Perkuat Program Budaya RT Berseri
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pada saat menyampaikan tentang Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Tangga, Senin (16/3/2026). (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Atasi Darurat Sampah, Pemkot Mojokerto Perkuat Program Budaya RT Berseri

Wali Kota Mojokerto Ning Ita sosialisasikan Budaya RT Berseri dan ajak warga pilah sampah dari rumah untuk atasi kondisi darurat sampah nasional.

TIMES Mojokerto,Senin 16 Maret 2026, 20:22 WIB
273
T
Thaoqid Nur Hidayat

MojokertoPemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus menggencarkan gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Langkah ini diambil guna menekan volume timbunan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat mensosialisasikan program "Budaya RT Berseri" di Kelurahan Jagalan dan Purwotengah, Senin (16/3/2026). Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini mengungkapkan, merujuk pada Rakornas beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan bahwa Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat sampah.

Ning Ita menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengelolaan sampah nasional.

“Sebagian besar sampah yang mencemari sungai dan laut bukan berasal dari industri, melainkan sampah rumah tangga. Karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah dengan memilahnya sejak awal,” jelas Ning Ita, Senin (16/3/2026).

Gerakan pemilahan sampah ini juga menjadi salah satu indikator krusial dalam program Budaya RT Berseri. Program yang digagas Pemkot Mojokerto tersebut bertujuan memperkuat budaya hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat permukiman.

Dalam sosialisasinya, Ning Ita mendorong masyarakat untuk memilah sampah menjadi tiga kategori utama, yakni organik, anorganik, dan residu. Langkah teknis ini dinilai efektif mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta mempermudah pengelolaan di tingkat lingkungan.

“Minimal ada tiga jenis pemilahan yang harus dilakukan masyarakat, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu,” terangnya di hadapan warga.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan Bank Sampah di setiap lingkungan dapat berfungsi lebih optimal jika didukung oleh kebiasaan memilah dari sumbernya.

“Eksistensi Bank Sampah tidak hanya dinilai dari papan nama atau ketersediaan timbangan, tetapi dari aktivitas nyata pemilahan sampah yang dimulai sejak dari rumah tangga,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi intensif ini, Pemkot Mojokerto berharap masyarakat semakin aktif menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tingkat Rukun Tetangga (RT). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Thaoqid Nur Hidayat
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Mojokerto, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.