Pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027 Difokuskan pada Peningkatan Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pada saat menyampaikan tentang tema pembangunan Kota Mojokerto dalam Musrenbang Kecamatan, Senin (23/2/2026) (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

Pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027 Difokuskan pada Peningkatan Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan bahwa tema pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027 difokuskan pada peningkatan ketahanan ekonomi dan ketahanan sosial budaya melalui penguatan daya saing sektor unggulan.

TIMES Mojokerto,Senin 23 Februari 2026, 20:13 WIB
150
T
Thaoqid Nur Hidayat

MOJOKERTOMusyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Mojokerto kini telah memasuki tahapan tingkat kecamatan. Musrenbang ini memiliki pendekatan bottom up yang merupakan salah satu instrumen perencanaan pembangunan di Kota Mojokerto. Terkini, Musrenbang digelar di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Senin (23/2/2026). 

Kegiatan ini menandai dimulainya proses penjaringan dan penyelarasan usulan pembangunan dari masyarakat di tingkat wilayah sebelum dibahas lebih lanjut pada forum tingkat kota.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan bahwa tema pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027 difokuskan pada peningkatan ketahanan ekonomi dan ketahanan sosial budaya melalui penguatan daya saing sektor unggulan. 

“Ketahanan ekonomi menjadi penting agar kita mampu berdikari. Namun kekuatan kita tidak hanya pada sumber daya alam dan ekonomi, melainkan juga pada ketahanan sosial budaya yang berbasis gotong royong,” tegasnya, Senin (23/2/2026).

Dalam konteks penguatan ekonomi, Ning Ita menyebut bahwa UMKM sebagai salah satu sektor unggulan Kota Mojokerto. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, terdapat sekitar 16 ribu pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, yang telah terdata dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, sektor IKM alas kaki juga telah menunjukkan capaian ekspor. “Potensi ini harus kita kelola dengan baik untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” terang Ning Ita, sapaannya. 

Ning Ita juga menjelaskan mengenai tantangan yang dihadapi Kota Mojokerto. Utamanya keterbatasan lahan yang kerap menjadi kendala dalam merealisasikan program prioritas nasional maupun investasi. Banyak program pusat yang membutuhkan lahan luas belum dapat diakomodasi karena keterbatasan ruang di wilayah kota.

“Saya memastikan bahwa program prioritas nasional yang memungkinkan tetap akan diakses, selama persyaratan teknis, terutama ketersediaan lahan, dapat dipenuhi,” tegasnya.

Musrenbang Kecamatan Magersari, tercatat sebanyak 86 usulan yang akan digodok dengan rincian 65 usulan pada pembangunan infrastruktur, 10 usulan pembangunan Sumber Daya Manusia serta 11 usulan untuk pembangunan ekonomi. Seluruh usulan tersebut akan dikaji dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam Panca Cita Kota Mojokerto. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Thaoqid Nur Hidayat
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Mojokerto, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.