Atasi Sampah Organik, Pemkot Mojokerto Latih Ibu-Ibu PKK Purwotengah Buat Eco Enzim
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pada saat menyampaikan tentang pentingnya pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga, Selasa (28/4/2026). (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Atasi Sampah Organik, Pemkot Mojokerto Latih Ibu-Ibu PKK Purwotengah Buat Eco Enzim

Wali Kota Mojokerto Ning Ita mengajak anggota TP PKK Purwotengah untuk mengelola 36 ton sampah organik harian menjadi eco enzim sebagai upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

TIMES Mojokerto,Selasa 28 April 2026, 18:27 WIB
826
T
Thaoqid Nur Hidayat

MOJOKERTOUpaya pengurangan sampah dari sumbernya terus digencarkan Pemerintah Kota atau Pemkot Mojokerto. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah yang digelar pada Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah rumah tangga.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni tingkat rumah tangga. Hal ini sejalan dengan amanah regulasi, mulai dari undang-undang, peraturan presiden, hingga peraturan menteri.

“Pengurangan sampah minimal 30 persen harus dilakukan dari sumbernya, sedangkan 70 persen sisanya ditangani. Ini amanah Peraturan Presiden yang harus kita laksanakan bersama,” tegas sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut, Selasa (28/4/2026).

Ning Ita memaparkan bahwa potensi sampah organik di wilayahnya sangat besar untuk dimanfaatkan kembali. “Setiap hari, Kota Mojokerto menghasilkan 36 ton sampah organik. Inilah yang menjadi potensi untuk dikelola menjadi eco enzim,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menekankan pentingnya pemilahan sampah antara organik dan anorganik sejak dari rumah. Menurutnya, meski kewajiban memilah sampah telah diatur dalam undang-undang sejak tahun 2008, implementasinya masih perlu diperkuat melalui kesadaran dan kedisiplinan masyarakat secara kolektif.

Melalui pelatihan ini, Ning Ita berharap anggota TP PKK tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pembuatan eco enzim secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing. PKK diharapkan mampu menjadi teladan (uswah hasanah) bagi masyarakat luas.

“Karena PKK adalah organisasi yang bertugas mendukung program pemerintah, saya meminta kesadaran panjenengan untuk menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola sampah organik. Agar pelatihan ini tidak sia-sia dan PKK bisa menjadi uswah hasanah dalam gerakan pengelolaan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Thaoqid Nur Hidayat
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Kabupaten/Kota Mojokerto, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.