TIMES MOJOKERTO, MOJOKERTO – Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa meresmikan jalan poros Dusun Kelompok di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi. Peresmian jalan tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat setempat karena jalur ini tidak hanya menghubungkan warga antar desa, tetapi juga menjadi akses utama menuju SMK Negeri Kemlagi yang setiap hari dilalui pelajar, tenaga pendidik, dan masyarakat umum.
Gus Barra, sapaannya menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jalan poros tersebut. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Pembangunan jalan poros Dusun Kelompok ini adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses jalan yang layak dan dapat digunakan dengan baik," ujarnya, dikutip Senin (12/1/2026).
Gus Barra menjelaskan bahwa jalan poros Dusun Kelompok merupakan bagian dari belanja modal jalan kabupaten. Yakni berupa pelebaran jalan menuju standar ruas Jalan Mojowono - Mojogebang. Ruas ini menghubungkan Desa Mojowono dan Desa Mojogebang di Kecamatan Kemlagi serta menjadi akses utama menuju SMK Negeri Kemlagi.
Pembangunan dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp2.945.932.000 (Rp 2,9 Miliar). Pekerjaan meliputi pelebaran jalan selebar 5,50 meter sepanjang 350 meter dan selebar 5,00 meter sepanjang 438 meter. Konstruksi menggunakan perkerasan beton FS 40 dengan tulangan besi wiremesh, dilengkapi dinding penahan jalan dari pasangan batu kali, serta saluran RCP berdiameter 80 sentimeter pada dua titik untuk memperlancar drainase. Melalui pembangunan ini, Gus Barra berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya.
"Jalan ini kita bangun agar aktivitas warga menjadi lebih lancar, baik untuk bekerja, mengangkut hasil usaha, bersekolah, beribadah, maupun keperluan sehari-hari lainnya," tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar menjalankan program. "Pemerintah Kabupaten Mojokerto membangun jalan ini berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya menjalankan program," terangnya.
Bupati menyampaikan bahwa pembangunan desa merupakan pondasi penting bagi kemajuan daerah secara keseluruhan. "Ketika akses desa semakin baik, pergerakan ekonomi akan semakin lancar, kualitas hidup masyarakat meningkat, dan kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih merata," pungkasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Jalan Poros Senilai Rp 2,9 Miliar Diresmikan Bupati Mojokerto
| Pewarta | : Thaoqid Nur Hidayat |
| Editor | : Deasy Mayasari |