TIMES MOJOKERTO, MOJOKERTO – Museum Majapahit Trowulan menjadi salah satu pusat pelestarian sejarah terpenting di Indonesia. Museum ini terletak di Dusun Nglinguk, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Museum ini menyimpan ribuan artefak peninggalan Kerajaan Majapahit, kerajaan besar yang pernah berjaya pada abad ke-13 hingga ke-15 Masehi.
Museum ini kerap kali disebut sebagai Pusat Informasi Majapahit (PIM) dan berada di jantung kawasan Situs Trowulan. Sebuah wilayah yang secara luas diakui sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pameran benda bersejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi, penelitian, dan destinasi wisata budaya.
Pusat Koleksi Terbesar Peninggalan Majapahit
Museum Majapahit Trowulan menyimpan koleksi arkeologis dalam jumlah besar yang berasal dari hasil ekskavasi di kawasan Trowulan dan sekitarnya. Koleksi tersebut mencakup berbagai periode sejarah, mulai dari masa Kahuripan, Kediri, Singasari, hingga puncak kejayaan Majapahit.
Berbagai artefak dapat dijumpai di museum ini, antara lain arca-arca batu bercorak Hindu–Buddha, relief dan fragmen bangunan candi, peralatan rumah tangga dari terakota, hingga perhiasan dan alat logam. Selain itu, terdapat pula koleksi keramik asing dari Tiongkok dan wilayah Asia Barat yang menjadi bukti kuat luasnya jaringan perdagangan Majapahit pada masa lampau.
Museum Majapahit Trowulan yang merupakan pusat informasi dan pelestarian kerajaan Majapahit. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
Keberadaan Museum Trowulan
Museum ini berlokasi di sisi barat Kolam Segaran, salah satu peninggalan monumental Kerajaan Majapahit. Letaknya yang strategis membuat pengunjung dapat dengan mudah melanjutkan wisata sejarah ke berbagai situs lain di sekitar Trowulan, seperti Gapura Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Brahu, dan candi-candi lainnya.
Kawasan Trowulan sendiri telah lama menjadi perhatian arkeolog karena kepadatan temuan sejarahnya. Hingga kini, wilayah ini terus dikaji dan dilestarikan sebagai kawasan cagar budaya nasional.
Jam Operasional dan Akses Pengunjung
Museum Majapahit Trowulan umumnya dibuka untuk umum setiap hari mulai pagi hingga sore hari. Harga tiket masuk relatif terjangkau sehingga ramah bagi pelajar, wisatawan, maupun rombongan penelitian. Cukup merogoh kocek Rp 5.000 - 10.000 anda bisa berkunjung di museum ini. Fasilitas penunjang seperti area parkir, taman koleksi terbuka, serta papan informasi tersedia untuk menunjang kenyamanan para pengunjung.
Dari Surabaya, museum ini dapat ditempuh sekitar satu hingga satu setengah jam perjalanan darat. Akses paling praktis adalah menggunakan kendaraan pribadi, meskipun transportasi umum menuju Mojokerto dan Trowulan juga tersedia.
Destinasi Edukasi dan Wisata Budaya
Keberadaan Museum Majapahit Trowulan menjadi pengingat penting akan kejayaan peradaban Nusantara di masa lalu. Melalui koleksi dan penataan yang ada, museum ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa, khususnya bagi generasi muda.
Dengan nilai sejarah yang tinggi dan lokasi yang terintegrasi dengan berbagai situs penting, Museum Majapahit Trowulan terus menjadi salah satu tujuan utama wisata edukasi di Jawa Timur. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Museum Majapahit Trowulan, Jejak Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara di Mojokerto
| Pewarta | : Thaoqid Nur Hidayat |
| Editor | : Deasy Mayasari |