TIMES MOJOKERTO, JAKARTA – Pemerintah China secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Delcy Rodriguez, pemimpin sementara Venezuela, setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, pada Selasa (6/1/2026).
Mao menegaskan bahwa pemerintah China menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Venezuela serta menghormati keputusan pemerintah Venezuela sesuai konstitusi dan hukum nasionalnya. Pernyataan ini menanggapi pertanyaan apakah China mengakui pemerintahan sementara yang dipimpin Rodriguez, yang dilantik pada Senin (5/1/2026) menyusul operasi militer AS di Caracas.
China juga mengkritik keras intervensi militer AS. Mao menyatakan bahwa AS telah mengabaikan keprihatinan serius komunitas internasional dan secara sewenang-wenang menginjak-injak kedaulatan, keamanan, serta hak dan kepentingan Venezuela yang sah. Ia menambahkan, "China dengan tegas menentang hal ini."
Mao juga menyoroti sidang pembacaan dakwaan terhadap Maduro dan istrinya di New York, dengan menyebut bahwa AS telah mengabaikan status Maduro sebagai kepala negara. "Tindakan ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela dan merusak stabilitas hubungan internasional," ujarnya, seperti dikutip Xinhua.
Ia menekankan, "Tak ada negara yang boleh menempatkan aturan dalam negerinya di atas hukum internasional."
Sebelumnya, China telah mengecam serangan AS dan mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjamin keselamatan serta segera membebaskan pasangan presiden Venezuela.
Pernyataan China ini menegaskan posisinya yang mendukung pemerintah yang sah di Caracas dan menolak intervensi asing, sejalan dengan prinsip kebijakan luar negeri Beijing yang menghormati kedaulatan negara lain. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: China Dukung Penuh Pemerintahan Sementara Venezuela Pimpinan Delcy Rodriguez
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Faizal R Arief |